— ini tulisan yang sudah ditulis lama, namun baru sempat diupload sekarang —

Saya selalu merasa hidup saya ini penuh dengan kejutan. Kejutan yang semakin hari semakin saya jelas rasakan. Termasuk salah satunya soal perkuliahan.

Saya tidak pernah menyangka, saya akan mengalami perjalanan perkuliahan yang begitu berliku. Saat saya pertama kali merasakan dunia mahasiswa, saya tidak pernah menyangka, akan memakan waktu begitu lama sampai saya mengakhiri masa perkuliahan saya. Dan begitu mulai bermunculan berbagai permasalahan selama saya kuliah, hingga saya telah terlambat begitu jauh, saya tidak pernah menyangka bahwa saya masih bisa menyelesaikannya. Dan saat saya menyelesaikannya, saya juga tidak pernah menyangka bahwa saya akan menyelesaikannya berbarengan dengan kakak saya.

Kalau boleh saya rangkum, berikut kira-kira kronologi perjalanan kuliah saya di Teknik Informatika ITS:

Tahun Pertama

Sebagai orang yang baru lepas dari status pelajar dan kemudian menjajaki alam mahasiswa, saya begitu bersemangat. Apalagi jurusan yang saya pilih ini juga merupakan jurusan yang saya idamkan. Semester pertama terasa agak berat. Pengkaderan (atau Ospek) yang menghabiskan waktu dan tenaga, kuliah Kalkulus dan Fisika Dasar yang sampai hari ini materinya saya masih belum juga paham, dunia pemrograman yang begitu baru buat saya saat itu, semuanya membuat perjalanan saya di satu semester pertama ini terasa cukup sulit. Tapi saya beruntung bisa menyelesaikannya dengan hasil yang cukup. Tidak baik tapi juga tidak buruk. Saya baru mulai bisa menikmati perkuliahan saya di semester dua, dimana banyak materi-materi kuliah yang cenderung bisa lebih mudah saya pahami. Dimana saya juga sudah mulai terbiasa dengan lingkungan mahasiswa perantau. Semester dua berjalan lancar dan berakhir dengan baik. Dan di akhir semester kedua ini juga saya mulai mengenal sebuah organisasi bernama Eureka TV yang di kemudian hari membawa sebuah cerita penting perjalanan hidup saya.

Tahun Kedua

Semestinya, semester ketiga dan keempat perkuliahan saya bukanlah semester yang sulit. Jika saja waktu itu saya memberi perhatian lebih pada perkuliahan ketimbang kegiatan-kegiatan saya di Eureka TV. Entah kenapa saya sangat betah menjalani aktivitas-aktivitas di Eureka TV. Tahun kedua banyak saya habiskan dengan kegiatan liputan, belajar desain, mengikuti lomba-lomba dan berbagai hal lain yang membuat saya malas kuliah. Hasilnya, satu mata kuliah di semester ketiga berakhir dengan nilai D. Dan semakin parah di semester keempat dimana hampir semua mata kuliah yang saya ambil berakhir dengan nilai D atau E. Sejak tahun ini saya mulai sadar bahwa masa perkuliahan saya tidak akan berjalan normal sebagaimana kebanyakan kawan-kawan saya.

Tahun Ketiga

Di tahun ini saya mulai mencoba sedikit menyeimbangkan aktivitas di dunia perkuliahan dan di luar perkuliahan. Tapi karena jeleknya IP saya di semester sebelumnya, saya pun tidak bisa (dan tidak berani) mengambil terlalu banyak SKS di semester kelima dan keenam. Di dua semester ini pun, sebagian besar mata kuliah yang saya ambil juga merupakan mata kuliah mengulang dari mata kuliah semester sebelumnya yang mana saya tidak berhasil lulus. Boleh dibilang saya mulai agak sedikit malu di tahun ini karena saya mulai harus merasakan kuliah dengan adik angkatan, meskipun masih ada beberapa kawan seangkatan yang juga mengulang mata kuliah yang sama. Di tahun ini, kegiatan saya di Eureka TV tidak berkurang, saya masih menikmati belajar dan mencari pengalaman dengan lomba dan sejenisnya. Di tahun ini juga kegiatan saya juga bertambah dengan kegiatan PKM (Program Kreativitas Mahasiswa) dimana  saya mulai belajar berwirausaha lewat program ini. Tahun ketiga berakhir dengan tidak terlalu buruk, meskipun beberapa mata kuliah terpaksa saya hapus karena tidak sanggup menjalankan tugas-tugas yang diberikan, namun IP saya tidaklah terlalu jelek. Dan satu hal penting yang terjadi di semester ini, saya belajar soal desain web dan juga cara implementasinya. Akhirnya ada juga satu kemampuan saya yang berkaitan dengan bidang kuliah saya.

Tahun Keempat

Tahun keempat dimulai dengan kerja praktek di Bank Indonesia. Momen yang harusnya saya belajar banyak soal pengalaman dunia kerja tapi saya justru merasa tidak mendapat apa-apa. Mungkin karena Bank Indonesia adalah perusahaan yang sudah terlalu besar, sehingga kegiatan para mahasiswa magang tidaklah terlalu diperhatikan. Di tahun ini juga saya mulai tinggal mengontrak bersama kawan-kawan satu angkatan. Dimana saya menjadi lebih mengenal karakter teman-teman saya dan terbawa dengan kebiasaan-kebiasaan mereka. Entah siapa yang paling memberi pengaruh, yang jelas di tahun ini kami semua lebih banyak bercanda ketimbang serius kuliah. Rasanya setiap hari dihabiskan dengan tertawa, bermain kartu, nonton tivi, dan semua kegiatan yang tidak mendukung perkuliahan kami. Hasilnya, diantara kami semua, hanya beberapa anak saja yang berhasil lulus tepat waktu. Dan saya, yang sudah sejak semester empat sudah merasa akan telat, jelas semakin merasa ragu bakal benar-benar bisa lulus. Tapi satu hal baik disini, lomba-lomba yang saya ikuti menghasilkan prestasi yang lumayan. Baik lomba di bidang desain, bidang IT, bidang wirausaha, maupun bidang film, menghasilkan prestasi yang bisa membuat saya bangga. Dan perkuliahan saya, semester tujuh berjalan tidak terlalu buruk meskipun beberapa mata kuliah harus saya drop karena akan percuma jika dilanjutkan, dan semester delapan hanya meluluskan satu mata kuliah saja.

Tahun Kelima

Perkuliahan saya kembali terbengkalai di tahun ini. Meskipun kegiatan saya di Eureka TV (yang di tahun ini berubah nama menjadi ITS TV) sudah mulai berkurang karena sudah ada pengganti saya, saya justru disibukkan dengan satu kegiatan baru saya bersama kawan-kawan kontrakan saya. Kami membuat sebuah perusahaan kecil yang menjalankan proyek-proyek pembuatan perangkat lunak. Tidak disangka, perusahaan ini berjalan melebihi dugaan kami. Proyek demi proyek berdatangan. Pengalaman membangun perusahaan dan mengerjakan proyek-proyek ini membuat saya belajar dan mempraktekkan langsung ilmu-ilmu di dunia perkuliahan saya. Saya pun mulai bisa merasakan mendapat penghasilan sendiri meskipun tidak besar. Tapi pengalaman ini harus dibayar dengan mengorbankan kuliah saya. Dari dua semester, saya hanya berhasil lulus satu mata kuliah. Dan saya merasa makin mustahil untuk bisa lulus kuliah.

Tahun keenam

Perusahaan kami berjalan semakin baik. Hingga kemudian kami mendapat kesempatan untuk program inkubasi bisnis di Bandung Digital Valley, dimana kami belajar banyak soal membangun perusahaan rintisan (startup) berbasis teknologi. Tak hanya belajar, kami mempraktekkan langsung ilmu yang kami dapat untuk membangun sebuah produk hasil ide kami. Bagi saya pribadi, disini saya merasakan mendapat begitu banyak ilmu yang selama ini memang ingin saya pelajari. Saya juga belajar untuk menjadi seorang marketer produk lewat kegiatan ini. Tapi ternyata takdir berkata lain. Kami harus menyudahi kegiatan inkubasi kami karena kami dinilai gagal meyakinkan para mentor akan potensi produk yang kami bangun. Ya, kami memang masih terlalu awam soal banyak hal. Tapi setidaknya pengalaman 6 bulan disana telah memberikan banyak pencerahan buat kami. Kegiatan inkubasi yang memakan waktu panjang itu membuat saya sama sekali tidak mengambil satu mata kuliahpun, padahal masih ada beberapa mata kuliah yang harus saya ulang. Dan tidak terduga, beberapa kawan di perusahaan kami menyatakan kalau mereka ingin keluar dan mencari kerja di perusahaan yang lebih mapan. Dari sini saya sadar bahwa sebaiknya memang saya memutuskan untuk berhenti dan fokus menyelesaikan studi saya. Saya telah merasa cukup pede dengan kemampuan dan pengalaman saya sehingga saya yakin saya pasti bisa menyelesaikan kuliah saya. Ya, di mulai dari semester 12, saya hanya fokus untuk menyelesaikan apa yang sudah sejak lama saya tunda.

Tahun ketujuh

Di tahun ini saya hanya menjalani satu semester saja. Dari perjalanan saya yang luar biasa di 6 tahun sebelumnya membuat saya yakin akan kemampuan diri saya. Meskipun harus menjalani kuliah dengan rekan sekelas yang berasal dari angkatan yang berbeda jauh dengan saya, saya tidak merasa khawatir. Karena saya yang saat ini, sudah punya kepercayaan diri lebih dibanding saya yang dulu. Dan benar memang, saya bisa memahami materi perkuliahan dengan cukup baik. Mungkin ini juga karena saya hanya mengambil satu mata kuliah saja sehingga bisa fokus untuk belajar materi tertentu saja. Dan berkat pengalaman saya bekerja di perusahaan yang saya dan kawan-kawan saya bangun sendiri sebelumnya, saya mencoba untuk mengambil salah satu ide produk yang kami buat waktu itu untuk Tugas Akhir saya. Dari Tugas Akhir ini saya mengasah kemampuan saya di bidang pembuatan aplikasi Android. Dan ternyata saya jatuh cinta dengan bidang ini. Saya tidak menyangka bahwa saya bisa belajar dengan cukup cepat dan dengan hasil yang cukup baik. Akhirnya, lewat apa yang saya buat (dan juga dengan sebagian bantuan teman), saya berhasil menyelesaikan Tugas Akhir saya dengan baik. Bahkan, dosen penguji saya memuji hasil Tugas Akhir saya.

Setelah ini, saya akan mengarungi perjalanan baru. Dengan cerita baru, karakter-karakter baru dan pelajaran baru. Perjalanan yang mungkin akan lebih panjang daripada perjalanan ini. Dan mudah-mudahan saya masih cukup kuat untuk bisa mencapai akhir perjalanan dengan perasaan bahagia yang sama dengan perjalanan saat ini.

Terimakasih untuk semua keluarga, kawan, dan juga siapapun yang telah terlibat mewarnai perjalanan panjang saya. Terimakasih yang tak terhingga. Ini perjalanan yang luar biasa. Saya bahagia untuk semuanya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s