Image
9 April 2014, akan digelar sebuah pesta. Pesta yang mungkin tidak meriah seperti pesta ulang tahun, tidak juga seperti pesta tahun baru. Pesta yang pesertanya seluruh penduduk Indonesia yang sudah cukup umur ini dijuluki pesta demokrasi. Saya diundang untuk datang ke pesta ini, tapi maaf, saya tidak bisa datang. Alasannya klasik seperti alasan kebanyakan orang. Sibuk.

Tapi ada yang beda dari pesta 5 tahunan ini. Di pesta kali ini sebenarnya saya cukup antusias. Baru kali ini rasanya saya tertarik mencari tahu soal seluk beluk acara pestanya dan juga orang-orang yang mengisi pesta ini. Padahal, 5 tahun yang lalu juga saya diundang, seingat saya waktu itu saya datang, tapi ya hanya sekedar ikut-ikutan. Tapi waktu itu saya tidak antusias ingin tahu, beda dengan tahun ini.

Keingintahuan saya berawal dari banyaknya berita di media massa terkait tokoh-tokoh jeblosan pesta demokrasi ini terutama di ajang pemilihan kepala daerah. Bermunculan tokoh-tokoh dari berbagai daerah mulai dari daerah terpencil sampai di ibukota. Tokoh-tokoh ini seperti tokoh yang dinanti-nanti kedatangannya oleh masyarakat. Tokoh-tokoh ini membawa kepercayaan publik bahwa masih ada orang-orang baik di institusi yang selama ini paling dibenci oleh masyarakat, yakni institusi pemerintahan. Semua tokoh-tokoh ini menarik perhatian saya.

Dari sekian tokoh ini, ada satu yang paling memberi kesan pada saya secara pribadi. Dia tokoh dari ras yang seperti bukan bagian dari bangsa ini. Dia dari etnis yang banyak tidak disukai oleh masyarakat umum. Teman-teman saya pun banyak yang tidak suka pada etnis ini. Tapi, meskipun saya bukan termasuk dari orang yang membenci ras tertentu, tapi pada awalnya saya anggap tokoh ini biasa saja. Waktu itu saya memang acuh terhadap dunia perpolitikan. Tapi, setelah dia menjabat menjadi orang nomor dua di ibukota, dan banyak muncul di media massa, ternyata tokoh satu ini mulai mengambil perhatian banyak orang, termasuk saya. Begitu banyak media mewawancarainya, dan karena dia memang tipe orang yang blak-blakan, masyarakat umum bisa langsung melihat karakternya seperti apa. Dari sini saya mulai kagum dan mulai tertarik mencari informasi terkait tokoh satu ini. Yang paling mengesankan saya adalah cerita bagaimana ia terjun ke dunia politik yang awalnya sangat ia benci. Kalau kamu ingin tahu seperti apa ceritanya, bisa cari tahu dari video-video wawancara dengan beliau.

Saat ini begitu banyak bertebaran berita-berita negatif tentang begitu banyak orang. Ada yang dikatakan penculik, ada yang dibilang penjual aset, ada yang dikatakan boneka, ada yang disebut agen amerika-israel, ada yang disindir poligami, ada yang dicemooh karena rasnya, ada yang dijuluki penjahat ini itu, dan masih banyak kabar-kabar negatif lainnya. Rasanya setiap orang kebagian berita negatif.

Saya pun terkadang ikut ambil bagian dalam menyebarkan berita negatif ini. Saya terkadang begitu bersemangat dalam menceritakan sisi buruk orang lain, sampai-sampai kadang merasa bahwa mereka semua adalah sumber kesusahan hidup kita semua. Lalu kadang saya berpikir, apakah semua berita negatif itu benar? Apakah memang mereka semua itu adalah orang-orang jahat yang telah menghancurkan hidup kita? Hmmmm,, bisa jadi memang benar. Tapi kemudian muncul satu pertanyaan lagi. Kalau sekiranya hal ini memang benar, apakah saya ini lebih baik dari mereka-mereka itu? Jangan-jangan sebenarnya saya ini sama saja dengan mereka atau malah lebih buruk. Jangan-jangan saya ini sama korupnya dengan mereka, hanya saja belum diberi kesempatan untuk korup. Saya menuntut mereka-mereka ini untuk bekerja dengan benar supaya saya bisa nyaman ngurus perut saya pribadi. Hmmmm, kok rasanya saya begitu egois ya? Mungkin memang ada yang jahat diantara mereka, atau malah bisa jadi ada banyak. Tapi itu tidak membuat diri saya menjadi lebih baik dari mereka semua. Saya hanya belum diberi kesempatan untuk bisa sejahat mereka. Saya kan masih sibuk mengurusi perut saya sendiri, jadi belum sempat berbuat jahat.

Mungkin memang ada yang jahat diantara mereka, atau malah bisa jadi ada banyak. Tapi itu tidak membuat diri saya menjadi lebih baik dari mereka semua. Saya hanya belum diberi kesempatan untuk bisa sejahat mereka. Saya kan masih sibuk mengurusi perut saya sendiri, jadi belum sempat berbuat jahat.
Ada pelajaran yang saya dapat dari tokoh yang saya kagumi tadi. Dia menyadarkan saya bahwa selama ini saya telah egois. Sedangkan ada orang-orang yang memilih jalan tidak enak,meskipun mungkin gajinya besar tapi ia akan dicemooh, dihina, difitnah, dihujat. Dan apa yang dia lakukan baik langsung maupun tidak langsung adalah untuk kepentingan saya juga. Tokoh ini pernah berkata,
Kalau kita tidak suka pada suatu pemerintahan, setengahnya itu ya dosa kita yang engga mau masuk ke politik.
Hmmm, dari sekian banyak pemimpin yang sudah menjabat selama saya hidup ini, saya ingin berterimakasih kepada mereka semua. Terlepas dari apakah mereka bekerja dengan benar atau tidak, nyatanya selama ini saya masih bisa hidup dan sejauh ini urusan perut saya masih terpenuhi. Sehingga saya bisa hidup tenang sampai mungkin nanti perut saya kenyang, kemudian baru saya mulai memikirkan perut orang lain. Saya tidak ingin mengkritik mereka, dan saya juga tidak ingin mengkritik orang-orang yang mengkritik mereka. Mudah-mudahan perut saya bisa segera kenyang biar saya bisa ikut membantu mengurus perut orang lain.

Oh ya, mohon maaf buat yang sudah mengundang saya di pesta 9 April ini, maaf saya tidak bisa hadir. Ya, biasa lah, masih sibuk mementingkan urusan diri sendiri. Mungkin lain waktu saya datang. Terimakasih undangannya, dan terimakasih juga buat hiruk pikuk kehebohan persiapan pesta yang dari sana saya dapat belajar banyak hal.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s