The E Team

Saya tidak pernah membayangkan akan memiliki kesempatan begitu besar untuk belajar dan berlatih langsung soal videografi, sinematografi, juga broadcasting selama saya kuliah. Jujur, saya tidak punya ekspektasi apa-apa di saat saya masuk menjadi mahasiswa di ITS. Tapi, ternyata takdir membawa saya untuk menjadi bagian dari sebuah keluarga ITS TV. Dan saya juga tidak pernah punya harapan untuk menjadi pemimpin disana, meskipun ternyata takdir mengharuskan saya begitu.

Menangani sebuah organisasi dengan begitu banyak manusia yang beraneka ragam dengan latar belakang, sifat, keinginan, pemahaman yang berbeda-beda bukanlah persoalan mudah. Apalagi jika dirimu bukanlah tipe organisatoris. Tapi justru disinilah keuntungannya, saya jadi bisa lebih banyak belajar dari mengamati keadaan, bukan dari teori.

Dengan aneka persoalan yang ada di ITS TV, saya dituntut untuk bisa mencari penyelesaian dari masalah-masalah yang ada. Berbagai macam metode yang saya coba untuk bisa menyelesaikan berbagai perosalan yang ada. Saya berusaha sebaik yang saya bisa dalam menjalankan tanggung jawab saya sebagai seorang ketua. Saya melakukan hal-hal yang saya percaya bahwa itu baik untuk kepentingan bersama. Saya sadar bahwa keputusan-keputusan yang saya pilih tidak selalu menghasilkan hal positif, namun bisa saja membawa dampak buruk. Tapi kenyataannya saya memang harus memilih, saya harus membuat keputusan, saya harus mencoba sesuatu dalam upaya menyelesaikan persoalan, entah itu akan berhasil atau tidak. Inilah titik terberat bagi saya ketika menjadi seorang pemimpin. Inilah titik ketika mungkin akan timbul kekecewaan, juga kegagalan. Ada hal-hal yang memang sulit untuk bisa dilawan, tapi itulah konsekuensi dari setiap pilihan yang saya ambil.

Kini, sudah cukup lama saya menjalani amanah ini. Jika dibandingkan antara harapan saya akan organisasi ini dengan realita kondisi nyata yang ada, saya merasa diri saya telah gagal. Banyak harapan-harapan saya yang hingga kini belum bisa terpenuhi. Namun hal yang juga tidak bisa saya pungkiri adalah, saya melihat begitu banyak kawan-kawan yang masih antusias, optimis, bersemangat, kreatif, berbakat, dan juga ikhlas dalam menjalankan organisasi ini. Hal inilah yang selalu berhasil membuat saya masih punya harapan besar akan keberhasilan organisasi ini nantinya. Saya yakin bahwa orang-orang ini punya potensi besar untuk membawa perubahan besar yang akan berpengaruh bagi ITS TV, ITS secara umum, maupun kepada pribadi-pribadi yang ada di dalam organisasi ini.

Saya sadar bahwa kesalahan terbesar saya selama ini adalah kurangnya kepercayaan yang saya berikan kepada orang lain untuk ikut andil dalam mengambil keputusan. Saya telah terlalu sombong dengan menganggap saya bisa mengatasi berbagai persoalan yang ada sendirian. Saya begitu egois dan over-confidence terhadap diri sendiri.

Saat ini, banyak kemajuan yang dialami ITS TV. Baik itu dari segi fasilitas maupun jumlah kru. Antusiasme kru juga masih sangat besar dalam berkarya. Struktur organisasi baik itu dari level birokrat ITS hingga level kru juga sudah sangat mendukung untuk bisa menghasilkan karya yang hebat. ITS TV kini telah berada pada jalur yang baik. Saya juga telah berusaha berbagi pengetahuan serta pengalaman saya kepada kru-kru muda. Saya tahu bahwa mereka tidak akan mungkin menjadi diri saya karena mereka masing-masing memiliki keunikan dan kelebihan tersendiri. Dan saya juga tidak pernah berharap mereka semua untuk menjadi seperi saya. Mereka berhak menjadi diri mereka sendiri.

Kini, mungkin tiba saatnya untuk saya melepaskan dominasi saya. Tiba waktunya untuk kru muda maju dan membuat perubahan. Inilah momen revolusi ITS TV. Inilah waktunya memberi kesempatan kepada generasi penerus untuk melatih dan membuktikan kapabilitas dirinya. Saya bukan bermaksud lari dari tanggung jawab. Kalau boleh jujur, saya begitu mencintai organisasi ini. Saya juga tidak pernah menyesal dengan segala hal yang saya alami disini. Seandainya boleh memilih, saya juga berharap bisa terus menerus berada di keluarga besar ITS TV yang telah banyak berjasa bagi saya pribadi. Tapi saya sadar, bahwa organisasi ini butuh penerus. Organisasi ini butuh ide-ide baru dari otak yang baru. Dan kru muda berhak untuk merasakan kesempatan itu. Saya juga tidak akan pergi begitu saja, saya akan terus berusaha mendampingi kawan-kawan saya disini. Saya akan siap membantu dengan segala kemampuan yang saya miliki. Tapi, kontrol saya yang terlalu dominan selama ini perlu segera dikurangi bahkan dihilangkan. Dan saya percaya kawan-kawan saya akan mampu melakukan hal ini dengan sangat baik. Lebih baik daripada diri saya.

“Saat saya tua nanti, saya akan mengenang bahwa saya pernah bersama orang-orang luar biasa di organisasi yang juga luar biasa. Segala hal yang pernah terjadi disini tidak akan pernah saya sesali.”

Advertisements

8 thoughts on “Eurekaaa…!!! Sayonara…!!!

    1. sebenernya biarpun ga dipost di blog, aku masih sering nulis. di laptop ada banyak tulisan (baca: curhatan) yang disimpen. 😀

      makin tua emang makin waktunya mellow ad, ga hura-hura lagi. 😀

      1. Apa ini efek si “ehem” yang udah lulus? jadi kamu makin jarang ketemu si “ehem” lagi. Makanya pikiranmu jadi agak kacau gini. :))

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s