Image

Ada sebuah cerita yang sering saya bayangkan kalau bisa jadi ini adalah kisah nyata. Tapi saya pikir kebenaran kisah ini bukanlah hal penting, saya memang suka berimajinasi, ini membuat otak saya lebih hidup. Ini hanya sekedar imajinasi liar saya. Imajinasi saya untuk semakin memahami soal kehidupan yang saya alami. Silahkan tidak percaya, karena kisah ini juga bukan wahyu yang harus diyakini kebenarannya.


 
Sebenarnya saya ini bukanlah manusia. Saya juga baru menyadari hal ini belum lama ini. Ternyata, selama ini saya adalah alien. Makhluk dari planet lain, bukan bumi. Saya tidak tahu, siapa lagi selain saya yang juga adalah alien. Mungkin ada banyak, bahkan mungkin juga semua manusia yang saya kenal selama ini ternyata juga alien.
 

Kamu pikir mungkin alien itu berbentuk tubuh aneh, tidak seperti manusia bumi ya? Ternyata tidak. Alien berwujud sama persis seperti makhluk bumi. Tidak ada bedanya. Selain asal tempatnya saja. Alien bukan dari bumi, dari planet lain, planet asing. Ya, saya baru sadar kalau ternyata saya dari planet asing. Saya baru bisa mengingat hal ini. Mungkin dulu saya sempat amnesia.
 

Dulu, ketika masih di planet asal saya, saya merasakan hidup yang aman, damai, tentram, bahagia, pokoknya sejahtera lah. Semua yang diinginkan bisa terwujud karena segala sesuatu telah tersedia disana. Kehidupan yang mungkin semua manusia di bumi inginkan. Tapi jujur, sebenarnya kehidupan seperti ini juga membosankan. Tidak terasa lagi tantangannya. Semua serba mudah dan terkesan tanpa usaha.
 

Saat itu saya sedang duduk sambil bermain Playstation Portable (PSP). Saya sedang asyik menamatkan permainan yang saya lupa apa judulnya. Itu sejenis permainan RPG. Ya, waktu itu saya sedang fokus dengan game yang saya mainkan. Kemudian datanglah sesepuh planet saya. Dia bercerita panjang lebar soal bumi. Tidak jelas dia ngomong apa. Waktu itu kan saya sedang fokus nge-game. Yang saya ingat waktu itu dia berrkata kalau dia ingin membawa saya ke bumi. Ia menugaskan saya jadi makhluk bumi. Jadi yang kita sebut sekarang sebagai manusia. Saya harus menjadi makhluk yang baik disana. Saya harus mempelajari bagaimana keadaan di bumi. Saya harus bisa membantu mengatasi permasalahan yang ada di bumi. Masalah apa saja bebas. Pokoknya harus ada masalah yang saya selesaikan. Tidak boleh cuman bermalas-malasan seperti di planet asal saya. Karena masih asyik dengan game, saya sih mengangguk-angguk saja.
 

Kemudian dia bilang kalau saya akan dikasih kemampuan-kemampuan khusus selagi menjadi manusia. Kalau tidak salah dia waktu itu menyebut soal seni. Mungkin itulah kenapa saat ini saya menyukai berbagai hal yang berkaitan dengan seni. Dia tanya mau menjadi manusia dengan penampilan seperti apa kepada saya. Karena sedang tidak fokus, saya asal saja bilang, “Oh, terserah saja deh. Yang penting ringan ga menyulitkan buat bergerak.” Mungkin gara-gara ini saya berpenampilan kurus sekarang. Kemudian dia bercerita panjang lebar lagi, saya tidak ingat. Pokoknya waktu itu dia bilang kalau saya harus memanfaatkan segala apa yang saya miliki dalam menjalankan tugas melakukan kebaikan di bumi. Setiap detil kehidupan saya di bumi akan membantu saya menjalani tugas tersebut.
 

Kemudian, saya tidak ingat apa-apa. Semuanya seakan mneghilang. Ini mungkin yang membuat saya hilang ingatan soal planet asal saya. Saya tiba-tiba telah berubah menjadi sesosok bayi mungil yang baru saja lahir di kota bernama Bandung di negara kepulauan bernama Indonesia. Saat itu kalau tidak salah tanggal 30 Juni 1990. Waktu itu saya tidak banyak tahu seperti sekarang. Saya hanya bayi mungil yang cuma bisa menangis dan tidur. Kemudian ada dua orang manusia yang saya kenal sebagai ayah dan ibu saya yang kemudian mengajari saya berbagai macam pengetahuan yang berguna selama saya hidup di Bumi. Tak hanya mengajari, mereka juga dengan sabar merawat dan memelihara saya, padahal saat itu saya nakal sekali. Mereka juga membiayai saya untuk mencari pengetahuan lain di tempat bernama sekolah. Setelah bertahun-tahun kemudian saya tumbuh menjadi manusia yang semakin dewasa. Kini, saya sudah hampir menginjak usia 23 tahun ukuran waktu bumi.
 

Selama kehidupan saya di bumi ini saya banyak bertanya-tanya apa sebenarnya tugas saya di muka bumi. Dengan segala kemmapuan, sifat, pengetahuan, pengalaman, kepribadian, waktu, kawan, dan semua hal yang berkaitan dengan saya di muka bumi ini, apa hal yang mesti saya lakukan. Saya diajari untuk meyakini sebuah agama semasa kehidupan saya. Ya, saya pun percaya hal itu. Agama yang saya yakini mengatakan kalau tugas manusia adalah untuk beribadah kepada Tuhannya. Kalau begitu, apa hal yang harus saya lakukan, apakah sekedar melaksanakan ritual peribadatan saja? Saya pikir ini tidak mungkin. Kalau ini benar kenapa setiap manusia punya kemampuan-kemampuan yang berbeda-beda. Setiap manusia pasti punya jalannya masing-masing dalam melaksanakan tugasnya di dunia ini. Pasti setiap individu punya kelebihan dan kekurangannya masing-masing yang kemudian akan menjadi bahan atau mungkin petunjuk bagi dirinya dalam menjalankan tugasnya di bumi. Pikiran inilah yang kemudian membawa saya untuk teringat kembali dengan kisah saya sebelum saya turun ke bumi. Ya, saya kini sudah ingat kembali kenapa saya sampai berada di bumi.
 

Saya dibekali berbagai kemampuan, meskipun juga dengan adanya kekurangan. Saya juga diberi sebuah perjalanan kehidupan yang berbeda dengan manusia lainnya. Saya memiliki keluarga, lingkungan, pengalaman, kawan, kebiasaan, sifat, keahlian, yang berbeda dengan manusia yang lain. Saya juga memiliki keinginan dan cita-cita yang berbeda dengan manusia yang lain. Inilah yang kemudian menjadi petunjuk kira-kira apa hal yang harus saya lakukan selama kehidupan saya di bumi. Setiap detail pengalaman hidup saya dapat menjadi petunjuk soal apa tugas saya sebenarnya. Kini, saya harus memutuskan untuk melakukan sesuatu yang dapat bermanfaat bagi kehidupan di bumi. Waktu yang saya lewati selama di bumi haruslah memiliki pengaruh. Saya tidak diturunkan ke bumi hanya sekedar untuk menjadi manusia dan menonton kehidupan manusia yang lain di bumi. Saya harus punya cita-cita yang akan saya jalankan dan perjuangkan selama waktu saya yang terbatas di bumi. Sebelum kemudian saya akan kembali ke planet asal saya dengan membawa predikat berhasil atau gagal.
 

Ini berarti sudah hampir memasuki tahun ke-23 kehidupan saya di muka bumi. Saya telah mendapatkan sebagian bahan-bahan yang saya butuhkan untuk menjalankan tugas saya di bumi. Kini mungkin sudah saatnya bagi saya menyusun rencana yang lebih detail tentang langkah-langkah yang akan saya lakukan untuk memenuhi kewajiban saya di muka bumi. Saya harus bisa menyelesaikan tugas ini sebelum waktu saya di bumi habis. Ya, saya harus segera menyelesaikan pekerjaan saya ini, untuk kemudian kembali ke planet asal saya dengan perasaan yang puas. 😀

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s