Saya yang kini sudah berusia 21,5 tahun ini dulu juga pernah menjadi seorang anak kecil. Saat masih diliputi dengan rasa penasaran akan warna-warni kehidupan di dunia. Dan orangtua saya telah berhasil mendidik saya tentang banyak hal yang sangat bermanfaat dalam perjalanan hidup saya. Suatu saat nanti saya juga akan berperan sebagaimana orang tua saya. Saya harus mendidik anak sebagai bekal kehidupannya di bumi. Dan itulah alasan saya menulis beberapa status facebook yang saya awali dengan kata “hei nak!”. Seolah-olah saya sedang berbicara dengan anak saya, meskipun saya belum memilikinya. Namun siapapun boleh membaca pesannya. Baik anak-anak maupun orang dewasa. Berikut beberapa status facebook yang saya maksud:

“nak, saat kau hidup di bumi kau mungkin akan melihat kejahatan, kesedihan, ketidakadilan, penganiayaan, juga penderitaan. bahkan kau mungkin juga akan merasakannya sendiri.
tapi bukan berarti kau harus berhenti dan menyerah nak. hal-hal itulah yang sebenarnya menjadi alasan kenapa kau hidup. itu adalah tugasmu untuk memperbaikinya. sejauh yang kamu bisa. percayalah.”

“sebaik apapun kau jaga tubuhmu, suatu saat nanti, kau tetap akan mati nak. tapi tidak dengan pemikiranmu. Penyiksaan sedahysat apapun, pembunuhan sekejam apapun, tidak akan membuat pemikiranmu mati nak. Ia akan tetap hidup, selamanya, di dalam diri orang2 yang membelamu.”

“hai nak, kau hidup untuk mengendalikan uang. bukan uang yang mengendalikan hidupmu. bahagia adalah menjalankan apa yang kau nyaman dengan hal itu.”

“jangan pesimis nak. kamu itu pemeran utama dalam kehidupanmu.”

“hei nak, normal adalah menjadi apa yang dirimu nyaman dengannya, bukan dengan menjadi apa yang kebanyakan orang lakukan. percayalah, kamu itu orang yang paling berbakat untuk menjadi dirimu sendiri.”

“hei nak! tidak punya cita-cita itu lebih buruk daripada mati. perjuangkan cita-citamu nak, itu adalah alasanmu untuk tetap hidup.”

“hai nak, kejahatan dan kebaikan itu akan selalu ada. tinggal kamu memilih untuk mengambil peran yang mana..”

“hai nak, buat apa kamu terlihat berwibawa dan dihormati di depan umum, tapi sebenarnya dalam hatinya, mereka membencimu. pemimpin itu soal jiwa, kepribadian, sikap. bukan status.”

“hai nak, bukan negaranya yang harus kamu bela. itu cuma sekedar wilayah. orang-orangnya. merekalah yang harus kamu bela mati-matian.”

Hei nak! saya sudah menulis kata-kata ini di umur saya yang masih 21 tahun. Suatu ketika saat kamu membaca tulisan ini, mungkin saya sudah tua. Tulisan-tulisan ini adalah pesan-pesan untukmu nak. Semoga bisa bermanfaat untuk kehidupanmu kelak 😀

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s