Oh, tidak terasa, di tanggal yang cuma akan muncul sekali saja dalam setahun ini, saya secara resmi dan meyakinkan telah berumur 21 tahun. Dengan demikian saya telah berhasil bertahan hidup sampai 7670 hari. Dan karena ini adalah ulang tahun pertama saya dimana saya sudah memiliki blog, maka saya akan menuliskan sebuah tulisan yang berhubungan dengan umur saya.

Sekalipun manusia tidak pernah tahu akan sampai umur berapa hidupnya berlangsung, namun setiap manusia punya hak untuk merencanakan penggunaan umurnya. Begitu juga dengan saya, di umur 20 kemarin saya sudah merancang hal-hal yang ingin saya lakukan di umur-umur masa mendatang saya. Berikut rencana saya.

Umur 22 tahun
Satu hal yang benar-benar ingin saya segera lakukan adalah lulus kuliah. Bukan, bukan karena saya ingin mendapat ijazah, bukan juga karena saya benci jadi mahasiswa. Alasan terbesar saya adalah saya ingin segera lepas dari kegiatan perkuliahan yang cukup memuakan dan banyak mengganggu kegiatan-kegiatan lain yang saya cintai. Untuk itu, sebelum umur saya beranjak 23 tahun, saya harus sudah lulus dan menepati janji saya kepada orangtua saya yang telah dengan susah payah mengusahakan agar saya bisa kuliah.

Pasca lulus kuliah (umur 23 sampai 30)
Dengan bekal ilmu yang saya dapat di perkuliahan dan di luar perkuliahan (yang justru lebih banyak), saya ingin mendirikan usaha sendiri. Usaha yang sudah saya rintis sejak semester 6 kemarin akan lebih saya seriusi dan saya kembangkan lagi. Wow, sepertinya ini akan sangat menyenangkan, saya tidak perlu repot-repot mencari kerja, karena memang saya tidak tertarik untuk bekerja di perusahaan-perusahaan manapun selain perusahaan yang saya dirikan sendiri. Mungkin jalan yang saya tempuh ini akan cukup berat, mengingat saya tidak punya bayaran yang tetap dan pasti, namun karena memang saya menyukai apa yang saya kerjakan, rasanya itu tidak akan menjadi masalah besar. Oh iya, mungkin saja diantara usia ini saya menikah, tapi saya belum yakin di usia berapa.

Umur 30 sampai 35 tahun
Di usia ini, saya berencana untuk pensiun dari pekerjaan saya. Meskipun sebenarnya ini masih usia produktif, tetapi saya rasa saya masih punya satu hal lain yang ingin saya lakukan sebelum saya mati. Ada satu hal besar yang ingin saya lakukan sejak saya masih SMA dulu. Saya ingin mendirikan sebuah sekolah. Dari pengalaman saya bertahun-tahun menjalankan sekolah, saya begitu kecewa dengan sistem pendidikan di sekolah yang saya jalani. Dan hal ini membuat saya begitu ingin membuat sekolah sendiri, dengan sistem pendidikan yang saya buat sendiri. Dengan uang yang saya peroleh dari usaha yang telah saya jalani sebelumnya, saya akan mulai serius dalam usaha membuat sekolah ini. Saya juga ingin bisa menjadi guru sekaligus kepala sekolah di sekolah ini. Cerita tentang kepala sekolah Tomoe Gakuen, Sosaku Kobayashi, dalam buku Totto Chan begitu menginspirasi saya dalam membangun model sekolah yang bebas dan memacu kreativitas anak didiknya. Tapi rencana membangun sekolah ini bisa saja maju lebih cepat begitu saya sudah bisa menemukan orang-orang yang satu visi dengan saya. Oh iya, dengan pensiun di usia dini saya bisa lebih memperhatikan keluarga saya di usia ini.

Antara umur 40 sampai 45 tahun
Apabila rencana-rencana diatas berjalan baik, saya merencanakan satu hal yang mungkin tidak pernah direncanakan oleh siapapun sebelumnya. Saya merencanakan untuk mati di usia ini. Memang terdengar aneh rasanya ada orang yang merencanakan kematiannya. Tapi karena hal-hal besar yang ingin saya lakukan dalam perjalanan hidup saya telah saya capai, saya rasa peran hidup saya di bumi sudah selesai. Tenang saja, bukan berarti saya merencanakan untuk bunuh diri. Saya akan tetap menjalani hidup saya sebagaimana biasa. Namun saya sudah siap jika hidup saya harus berhenti di usia ini. Apakah saya benar-benar akan mati di usia ini atau tidak saya tidak tahu dan saya tidak terlalu peduli. Bahkan seandainya saya mati sebelum saya sempat melakukan semua hal diatas juga tidak apa-apa, karena setidaknya saya sudah berhasil menulis tulisan ini. Dan mungkin suatu hari akan ada orang yang membaca tulisan ini dan ingin menjalankan rencana kehidupan saya ini.

Rencana ini mungkin akan berubah lagi tergantung dengan bagaimana hidup saya berjalan pasca usia 21 tahun ini. Tapi saya rasa saya impian terbesar saya untuk membangun sekolah tetap tidak berubah. Oh iya terimakasih buat semua kawan-kawan penduduk bumi yang sudah mengucapkan selamat dan mendoakan saya yang baik-baik.
PS: Ditulis di kota dimana saya menghabiskan sebagian masa kecil saya dari tahun 1991 sampai 1998. Kota yang katanya ibukota tapi tidak ada ayahnya.

Advertisements

2 thoughts on “Milestone

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s