Kamu yang mengenal saya (terutama setelah saya jadi mahasiswa), pasti tahu kalau saya begitu sering mempromosikan penggunaan open source (dan kadang sering juga berkesan memaksa :P) Kamu mungkin juga sering melihat saya begitu menggebu-gebu saat sedang diskusi masalah open source. Tulisan ini akan menceritakan alasan sederhana saya memilih open source dan begitu gencarnya mempengaruhi teman-teman saya untuk memakainya juga.

Saya sebenarnya sudah begitu lama ingin menulis tentang open source, saya juga sudah menulis draf awal tulisan tentang open source di flash disk saya. Tapi entah kenapa saya sering sekali tidak menyelesaikan tulisannya, dan beralih menulis hal yang lain. Padahal kalau disuruh diskusi langsung, saya pasti bisa bercerita sampai berbusa-busa. Beruntunglah beberapa hari yang lalu, saya sempat secara tidak sengaja berdiskusi dengan salah seorang teman seangkatan saya di kampus (iya feb, maksudku memang kamu -> ini saya lagi bicara dengan kawan saya itu si Febri Fernanda, bukan dengan kamu :D). Dari diskusi ini kemudian saya berhasil menyusun apa saja poin-poin penting yang perlu saya tuliskan. Berikut beberapa alasan-alasan saya kenapa memilih memakai dan mengkampanyekan software open source. Saya tidak akan membicarakan masalah dosa atau halal haram disini, karena itu bukan keahlian saya untuk berbicara masalah itu, dan bisa jadi keyakinan para pembaca tulisan ini berbeda-beda. Ini hanya alasan-alasan sederhana saya kenapa saya begitu menggebu-gebu dalam mengkampanyekan software open source.

1. Yang terpenting adalah kemampuan, bukan fasilitas.

Ini adalah jawaban saya atas banyaknya orang-orang yang enggan memakai open source karena kualitas software open source yang mereka bilang jelek. Ya, memang, software open source terkadang tidak memiliki fasilitas sebaik yang dimiliki program-program berbayar. Terkadang, dengan program berbayar, kita hanya butuh satu kali klik untuk melakukan sesuatu, tapi kita butuh dua kali klik di software open source. Tapi ini tidak membuktikan kalau software open source itu jelek. Kita hanya perlu membiasakan diri dengan fitur-fitur pada software open source yang mungkin berbeda atau sedikit lebih sulit daripada software berbayar. Tapi bukan berarti hasil akhir dari apa yang kamu buat akan berbeda. Ini hanya masalah kebiasaan. Saya contohkan saja, dengan program Inkscape (program open source favorit saya), saya sudah bisa membuat banyak hal mulai dari gambar vektor, logo, poster, kartun, dan berbagai macam desain yang lain tanpa perlu menggunakan software berbayar macam Adobe Photoshop atau CorelDRAW. Dan hasil bikinan saya juga sudah bisa memuaskan diri saya dan orang-orang yang sering meminta tolong ke saya. Bahkan, kalau saya lihat beberapa pengguna Inkscape di DeviantART, mereka bisa membuat gambar yang sangat bagus, hanya dengan menggunakan Inkscape saja. Ini berarti kalau software gratis saja sudah bisa memenuhi kebutuhan kita, kenapa harus susah-susah pake software berbayar (atau juga bajakan)?

2. Karyamu bakal jadi karya yang legal
Sebuah karya yang dibuat dengan software yang legal, berarti juga adalah karya yang legal (asal yang dibuat tidak mengandung pelanggaran hak cipta). Kita tidak perlu merasa takut dituntut oleh si pembuat software karena mencari untung menggunakan software ilegal. Hampir semua software open source mengijinkan kamu untuk menggunakan software tersebut sekalipun kamu gunakan untuk mencari keuntungan. Kamu tidak perlu membayar royalti pada si pembuat software.

3. Bagaimanapun juga, membajak adalah mencuri.
Ada satu hipotesa menarik dari kawan saya si Febri saat diskusi dengan saya beberapa waktu lalu. Ia berpikir kalau membajak software itu tidak apa-apa, karena pasti yang pertama kali membuat crack sebuah software itu pasti si perusahaan itu sendiri. Itu mungkin hanya strategi si perusahaan untuk mempopulerkan softwarenya. Kalau yang membajak pertama kali itu orang lain, mana mungkin bisa secepat itu, bahkan tidak sampai satu hari sejak software dirilis, bajakannya sudah tersedia. Kalau bukan si pembuat software yang membajak, mana mungkin bisa secepat itu mengetahui kelemahan si software lalu kemudian membajaknya. Begitulah kira-kira hipotesa Febri tentang software bajakan. Kemudian saya bertanya kepada Febri, kenapa si pembuat software harus capek-capek membajak softwarenya sendiri? Kalo mau promosi, kenapa tidak membuat versi trial yang bisa digunakan dalam waktu panjang (misal 1 tahun), atau kenapa tidak membuat software yang bisa digunakan gratis hanya kepada pelajar atau mahasiswa saja, tapi berbayar bila digunakan sebuah perusahaan? Pertanyaan ini kemudian tidak berhasil dijawab dengan memuaskan oleh Febri :P.
Sebenarnya saya setuju dengan pendapat Febri, saya juga yakin kalau yang pertama kali membajak software kemungkinan besar adalah si pembuat software itu sendiri. Tapi kenapa demikian? Sebenarnya saya juga sudah tahu alasannya dan saya akan menjawab pertanyaan saya sendiri. Ada satu hal penting dari software bajakan. Ilegal. Itulah poin utamanya. Sedangkan kalau trial atau pembatasan pengguna pelajar adalah legal. Perbedaan ini sangat penting.

Dengan membajak sendiri softwarenya, pembuat software punya alasan kuat untuk menindak pidana seseorang atas pembajakan software. Lalu mereka mengkampanyekan untuk membeli software yang asli.

Mereka mendapat 2 keuntungan disini. Pertama, sudah terlalu banyak pengguna software bajakan yang sudah terlanjur terbiasa menggunakan software bikinan mereka, dan mereka merasa takut dihukum apabila terus-menerus memakai software bajakan. Kedua, dengan kampanye si pembuat software untuk memakai software asli, maka si pengguna akan terpaksa membeli yang asli, karena mereka sudah terlanjur terbiasa menggunakan software itu. Jadi poin penting disini, dengan adanya software bajakan, akan adanya ketakutan pengguna terhadap hukuman dan keterpaksaan untuk membeli yang asli.

Pembuat software tidak akan disalahkan karena menggunakan strategi ini, karena mereka membajak sendiri software bikinan mereka, dan ini hak mereka. Yang akan disalahkan tetaplah pengguna yang jelas-jelas melanggar Agreement (yang biasanya kita centang “I Agree” waktu menginstall software) dari si pembuat software.

4. Bajakan adalah anti-open source

Salah satu alasan utama munculnya software bajakan saya yakin adalah karena munculnya software open source. Open source adalah musuh utama dari software berbayar. Tanpa adanya program bajakan, maka hampir bisa dipastikan kalau akan ada banyak orang yang lebih memilih menggunakan software open source, terutama kalangan pelajar dan pemula. Satu-satunya cara yang bisa dilakukan si pembuat software adalah membuat saingannya juga, namun gratis. Tapi kalau secara vulgar mereka mengatakan softwarenya gratis, tidak bakal ada lagi yang membeli softwarenya lagi. Dengan dalih software bajakan adalah ilegal, pembuat software dapat memaksa pengguna software untuk membeli yang asli, karena sudah terlanjur terbiasa.

5. Pembuat software open source adalah orang-orang yang baik.

Kenapa saya bisa mengatakan demikian? Ini sebenernya subyektif, tapi saya yakin kalian juga bakal sependapat. Seringkali kita punya passion yang tinggi untuk mempelajari suatu software. Misalnya kita ingin bisa jago dalam desain grafis, jago pemrograman, jago mixing musik, atau jago animasi 3D, tapi jelas sebagai pemula kita tidak mungkin punya cukup biaya untuk membeli software asli yang harganya sampai puluhan juta. Pakai yang trial juga ga bakal memenuhi kebutuhan kita, karena trial biasanya cuma 1 bulan sedangkan untuk bisa menguasai suatu software terkadang butuh waktu hingga tahunan. Lalu kita pun terjerumus ke untuk memakai software bajakan, bahkan seringkali orang-orang menganggap memakai software bajakan itu sah-sah saja, kan tujuannya belajar.

Nun jauh disana, seseorang yang tidak kenal dengan kita, tidak tahu apa hobi kita, berusaha memecahkan masalah kita. Mereka berusaha untuk membuat software alternatif yang bisa kita pakai secara gratis tanpa harus membajak agar kemudian kita dapat belajar berbagai macam hal, mulai dari desain grafis, animasi, mengetik, membuat presentasi, membuat program, dan masih banyak lagi. Mereka melakukan hal ini tanpa memaksa kita untuk membayar mereka. Terkadang mereka hanya mengandalkan sumbangan sukarela dari orang-orang lain yang mungkin merasa sangat terbantu dengan software buatan mereka. Bahkan mereka juga rela membagi source code mereka secara bebas kepada siapapun agar orang lain dapat turut membantu pengembangan software ini. Mereka tidak peduli kalau mungkin saja dengan menggunakan software buatan mereka orang lain bisa saja memperoleh uang jutaan bahkan miliaran. Mereka yang rela mengerahkan segenap kemampuannya untuk membantu masalah kita justru kita cela, karena menganggap software bikinan mereka masih kalah dibanding software berbayar. Kita justru memilih menggunakan software bajakan yang jelas-jelas ilegal. Lalu kita anggap juga para pecinta software open source sebagai maniak. Padahal software-software open source dapat hidup dan berkembang berkat dukungan dari para penggunanya. Dukungan berupa dana, saran, penyelesaian bug, dan juga promosi dapat membuat software open source terus hidup dan berkembang menjadi lebih baik. Tapi apa yang kita lakukan? Kita justru lebih memilih mempromosikan software bajakan yang kemudian bakal membuat orang-orang enggan memakai software open source. Ini secara tidak langsung akan mematikan para pengembang software open source yang telah bersusah payah membuat software untuk bisa kita gunakan.
Saya mungkin belum murni seorang pengguna software open source, saya juga masih jarang menggunakan Linux, dan yang paling parah, saya juga masih sering menggunakan Adobe Premiere bajakan. Tapi setidaknya saya sudah berusaha sebisa saya untuk memakai software-software open source, meskipun belum 100%.

Karena saya memang masih belum punya uang yang cukup untuk menyumbang dana dan kemampuan ngoding saya yang masih pas-pasan juga belum memungkinkan untuk ikut mengembangkan software open source maka saya berusaha membantu pengembangan software open source dengan mengkampanyekan penggunaannya kepada teman-teman saya. Dan Alhamdulillah, beberapa teman saya juga sudah mulai mencoba menggunakan Inkscape dalam membuat desain. Hanya inilah yang baru bisa saya lakukan saat ini.

Saya hanyalah orang biasa yang tidak tega melihat ada niatan baik dari orang lain tapi tidak mendapat dukungan. Malah justru orang-orang lebih memihak pada pencuri yang jelas-jelas kita tahu itu salah.
“Viva la software libre!!”

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s