Ga usah kabur dulu. Saya bukan sedang menulis tentang pengalaman menyeramkan seputar hantu. Saya juga bukan sedang menceritakan tentang film-film Indonesia yang berbau hantu. Jadi tak perlu lari. Dan kalian juga pasti sudah rindu dengan tulisan-tulisan saya bukan? 😀 Makanya baca dulu tulisan menarik ini.

Mendengar kata hantu, atau setan, atau pocong, atau kuntilanak, dan semacamnya bagi sebagian orang mungkin sudah bisa membuat bulu kuduknya berdiri. Mungkin juga sudah membuat mereka langsung trauma. Entah karena punya pengalaman menyeramkan, atau karena terlalu banyak nonton film-film hantu (yang biasanya dari Indonesia).

Hantu, atau kadang kamu sebut setan, memang makhluk (yang katanya halus — mungkin kayak bintang iklan kosmetik — ;)) yang sulit diterima secara akal. Dan kita yang memikirkannya pun terkadang sampai tak lagi memakai logika, sampai hilang kendali, sampai tak mampu lagi berpikir logis. Mungkin karena saking takutnya mendengar kata ini. Sekalipun sulit diterima secara akal, saya termasuk orang yang percaya adanya makhluk satu ini. Karena saya percaya agama yang saya yakini tidak mungkin berbohong bahwa memang benar-benar ada makhluk gaib seperti halnya setan ini.

Dan sekalipun sulit dibuktikan secara ilmiah dan sulit dicerna akal sehat manusia, saya akan mencoba memberikan  pendapat yang tentang makhluk yang satu ini. Pendapat saya ini saya harap bisa membantu kalian semua untuk berhenti takut kepada setan. Meskipun saya bukan ahli metafisika, bukan juga paranormal, dan bukan juga termasuk golongan jin, saya akan mencoba memberikan pendapat yang mudah dipahami.

1. Makhluk Halus adalah makhluk yang berbeda dengan makhluk kasar
Saya percaya kalau hantu, setan, jin dan sejenisnya adalah berbeda dengan makhluk kasar macam manusia, hewan, tumbuhan, dan lain sebagainya. Hantu mungkin berada pada dimensi yang berbeda dengan manusia. Mungkin juga berbeda secara frekuensi atau apapun lah. Dan ini meyakinkan saya kalau yang namanya hantu tidak akan bisa menyakiti manusia secara fisik. Begitu juga sebaliknya, manusia tidak akan bisa meyakiti hantu. Pemahaman dasar ini seharusnya sudah membuat kita sadar kalau tidak ada ancaman nyata dari setan atau hantu. Tidak mungkin setan akan membunuh atau menyakiti kita.

2. Seram atau tidak itu hanya persepsi
Setelah kita paham kalau setan itu tidak akan menyakiti kita secara fisik, maka seharusnya kita sadar bahwa sekalipun kita bertemu dengan setan, setan itu tak akan bisa membuat kita dalam bahaya. Namun kita seringkali menjadi kalang kabut karena melihat sesosok makhluk dengan wajah menyeramkan ini. Dan hal inilah yang kadang membuat kita hilang kendali dan bisa jadi justru mengancam keselamatan diri kita, misalnya membuat kita terjatuh, menabrak sesuatu dan lain sebagainya. Untuk itu, kita perlu mengubah persepsi kita tentang setan itu seram. Mungkin penampilan setan memang tampak seperti orang kecelakaan, atau orang pucat, atau monster, atau apapun itu, tapi kalau kita berpikir lagi,  itu adalah hal biasa, karena manusia juga ada yang wajahnya penuh luka, wajahnya pucat dan semacamnya, maka seharusnya kita tidak perlu takut. Apalagi kita sadar kalau setan itu tak bisa menyakiti kita secara fisik.

3. Kalau setannnya sudah menghilang ya sudah
Satu lagi yang sering membuat saya heran. Terkadang di film-film horor (terutama Indonesia), terkadang setannya hanya lewat sepintas dan sangat cepat. Lalu menghilang. Kalau kita mau berpikir logis, seharusnya kalau si setan memang berniat menakuti kita, ya munculnya jangan cepat-cepat, biar sempat kita lihat dulu baru bisa bikin kita takut. Kalau munculnya cuma sekejap, ya seharusnya kita tidak usah takut. Kan setannya sudah menghilang. Kalau muncul lagi bagaimana? Ya gunakan saja tips saya nomer 2. Kalau munculnya sepintas-sepintas terus ya sudah tidak perlu takut.

4. Lebih seram manusia berpenampilan setan
Terkadang orang-orang menceritakan kalau setan itu mirip manusia tapi kakinya ga nyentuh tanah. Ini lucu menurut saya, kalau memang setan berniat menakut-nakuti kita, harusnya jangan pake penampilan manusia, bisa-bisa justru kita menganggap dia manusia biasa, seberapa sering sih kita memperhatikan kaki orang? Kalau si setan memang mau menakuti manusia, seharusnya dia langsung saja berpenampilan seperti monster, atau buaya raksasa, atau ular berbadan harimau, biar manusia bisa langsung takut. Kalau setannya berpenampilan manusia, ya tinggal kita anggap saja mereka manusia, toh kita tidak akan disakiti oleh setan. Justru lebih seram kalau manusia yang berpura-pura menjadi setan dengan berpenampilan setan. Sekalipun kita tahu dia manusia, tapi kalau penampilannya seram, malah lebih menakutkan daripada setan yang berpenampilan manusia.

5. Bunyi-bunyian tidak akan membunuhmu.
Ini juga aneh menurut saya. Terkadang kita sudah takut saat mendengar suara-suara aneh. Kita sudah mulai tidak bisa berpikir jernih. Kita takut pada suara. Padahal seharusnya kita sadar, yang namanya suara tidak bakal bisa menyakiti kita, membuat kita terluka, apalagi membunuh kita. Bahkan menyenggol kertas sampai jatuh saja tidak bakal bisa. Kalau kita tetap berpikir jernih dan memakai otak kita dengan baik, seharusnya kita tidak akan dibuat takut oleh sekedar suara-suara.

6. Yang penting berani.
Ini yang paling penting menurut saya. Sejauh pengalaman saya melewati kawasan-kawasan di ITS yang katanya angker di tengah malam, belum pernah sekalipun saya bertemu dengan makhluk halus. Sudah puluhan kali saya, jalan-jalan di kompleks ITS yang katanya sering ada penampakan makhluk halus saya lewati seorang diri di atas jam 12 malam (ini bukan karena suka cari tantangan, memang berbagai kegiatan saya di kampus sering memaksa saya pulang tengah malam, bahkan terkadang jam 3 pagi dan sering juga baru pulang ke kost saat matahari sudah terbit  :D). Dan setiap saya lewat, selalu saya menengok ke tempat-tempat yang konon katanya angker, misalnya ruang baca perpus, jurusan biologi, pertigaan perpus-ftk, lantai 6 perpus, dan tempat-tempat lain yang serig dibilang banyak penunggunya. Saya tidak pernah absen menyempatkan diri melihat ke arah tempat-tempat tersebut. Bukan karena mau nantang atau bagaimana, saya hanya penasaran dengan cerita teman-teman saya. Dan hasilnya? saya tidak pernah menemukan apa-apa. Mungkin karena saya berani, makanya setan ngerasa percuma mengganggu saya.

Dan semoga tips-tips saya ini bisa bermanfaat buat kalian semua sehingga tidak perlu lagi takut dengan makhluk yang katanya halus itu. Ular, harimau, nyamuk, bahkan semut lebih bisa mengancam jiwa kita ketimbang hantu. Oh iya, untuk diketahui saja, saya menulis tulisan ini pukul setengah satu malam di perpustakaan ITS lantai 6 seorang diri, karena yang lain sudah pada tidur. Dan saya harus ke toilet sekarang, sendirian juga, ;).

Ga usah kabur dulu. Saya bukan sedang menulis tentang pengalaman menyeramkan seputar hantu. Saya juga bukan

sedang menceritakan tentang film-film Indonesia yang berbau hantu. Jadi tak perlu lari. Dan kalian juga pasti sudah rindu

dengan tulisan-tulisan saya bukan? 😀 Makanya baca dulu tulisan menarik ini.

Mendengar kata hantu, atau setan, atau pocong, atau kuntilanak, dan semacamnya bagi sebagian orang mungkin sudah

bisa membuat bulu kuduknya berdiri. Mungkin juga sudah membuat mereka langsung trauma. Entah karena punya

pengalaman menyeramkan, atau karena terlalu banyak nonton film-film hantu (yang biasanya dari Indonesia).

Hantu, atau kadang kamu sebut setan, memang makhluk (yang katanya halus — mungkin kayak bintang iklan kosmetik —

;D) yang sulit diterima secara akal. Dan kita yang memikirkannya pun terkadang sampai tak lagi memakai logika, sampai

hilang kendali, sampai tak mampu lagi berpikir logis. Mungkin karena saking takutnya mendengar kata ini. Sekalipun sulit

diterima secara akal, saya termasuk orang yang percaya adanya makhluk satu ini. Karena saya percaya agama yang saya

yakini tidak mungkin berbohong bahwa memang benar-benar ada makhluk gaib seperti halnya setan ini.

Dan sekalipun sulit dibuktikan secara ilmiah dan sulit dicerna akal sehat manusia, saya akan mencoba memberikan

pendapat yang tentang makhluk yang satu ini. Pendapat saya ini saya harap bisa membantu kalian semua untuk berhenti

takut kepada setan. Meskipun saya bukan ahli metafisika, bukan juga paranormal, dan bukan juga termasuk golongan jin,

saya akan mencoba memberikan pendapat yang mudah dipahami.

1. Makhluk Halus adalah makhluk yang berbeda dengan makhluk kasar
Saya percaya kalau hantu, setan, jin dan sejenisnya adalah berbeda dengan makhluk kasar macam manusia, hewan,

tumbuhan, dan lain sebagainya. Hantu mungkin berada pada dimensi yang berbeda dengan manusia. Mungkin juga

berbeda secara frekuensi atau apapun lah. Dan ini meyakinkan saya kalau yang namanya hantu tidak akan bisa menyakiti

manusia secara fisik. Begitu juga sebaliknya, manusia tidak akan bisa meyakiti hantu. Pemahaman dasar ini seharusnya

sudah membuat kita sadar kalau tidak ada ancaman nyata dari setan atau hantu. Tidak mungkin setan akan membunuh

atau menyakiti kita.

2. Seram atau tidak itu hanya persepsi
Setelah kita paham kalau setan itu tidak akan menyakiti kita secara fisik, maka seharusnya kita sadar bahwa sekalipun

kita bertemu dengan setan, setan itu tak akan bisa membuat kita dalam bahaya. Namun kita seringkali menjadi kalang

kabut karena melihat sesosok makhluk dengan wajah menyeramkan ini. Dan hal inilah yang kadang membuat kita hilang

kendali dan bisa jadi justru mengancam keselamatan diri kita, misalnya membuat kita terjatuh, menabrak sesuatu dan lain

sebagainya. Untuk itu, kita perlu mengubah persepsi kita tentang setan itu seram. Mungkin penampilan setan memang

tampak seperti orang kecelakaan, atau orang pucat, atau monster, atau apapun itu, tapi kalau kita berpikir lagi,  itu adalah

hal biasa, karena manusia juga ada yang wajahnya penuh luka, wajahnya pucat dan semacamnya, maka seharusnya kita

tidak perlu takut. Apalagi kita sadar kalau setan itu tak bisa menyakiti kita secara fisik.

3. Kalau setannnya sudah menghilang ya sudah
Satu lagi yang sering membuat saya heran. Terkadang di film-film horor (terutama Indonesia), terkadang setannya hanya

lewat sepintas dan sangat cepat. Lalu menghilang. Kalau kita mau berpikir logis, seharusnya kalau si setan memang

berniat menakuti kita, ya munculnya jangan cepat-cepat, biar sempat kita lihat dulu baru bisa bikin kita takut. Kalau

munculnya cuma sekejap, ya seharusnya kita tidak usah takut. Kan setannya sudah menghilang. Kalau muncul lagi

bagaimana? Ya gunakan saja tips saya nomer 2. Kalau munculnya sepintas-sepintas terus ya sudah tidak perlu takut.

4. Lebih seram manusia berpenampilan setan
Terkadang orang-orang menceritakan kalau setan itu mirip manusia tapi kakinya ga nyentuh tanah. Ini lucu menurut saya,

kalau memang setan berniat menakut-nakuti kita, harusnya jangan pake penampilan manusia, bisa-bisa justru kita

menganggap dia manusia biasa, seberapa sering sih kita memperhatikan kaki orang? Kalau si setan memang mau

menakuti manusia, seharusnya dia langsung saja berpenampilan seperti monster, atau buaya raksasa, atau ular berbadan

harimau, biar manusia bisa langsung takut. Kalau setannya berpenampilan manusia, ya tinggal kita anggap saja mereka

manusia, toh kita tidak akan disakiti oleh setan. Justru lebih seram kalau manusia yang berpura-pura menjadi setan

dengan berpenampilan setan. Sekalipun kita tahu dia manusia, tapi kalau penampilannya seram, malah lebih menakutkan

daripada setan yang berpenampilan manusia.

5. Bunyi-bunyian tidak akan membunuhmu.
Ini juga aneh menurut saya. Terkadang kita sudah takut saat mendengar suara-suara aneh. Kita sudah mulai tidak bisa

berpikir jernih. Kita takut pada suara. Padahal seharusnya kita sadar, yang namanya suara tidak bakal bisa menyakiti kita,

membuat kita terluka, apalagi membunuh kita. Bahkan menyenggol kertas sampai jatuh saja tidak bakal bisa. Kalau kita

tetap berpikir jernih dan memakai otak kita dengan baik, seharusnya kita tidak akan dibuat takut oleh sekedar suara-

suara.

6. Yang penting berani.
Ini yang paling penting menurut saya. Sejauh pengalaman saya melewati kawasan-kawasan di ITS yang katanya angker di

tengah malam, belum pernah sekalipun saya bertemu dengan makhluk halus. Sudah puluhan kali saya, jalan-jalan di

kompleks ITS yang katanya sering ada penampakan makhluk halus saya lewati seorang diri di atas jam 12 malam (ini

bukan karena suka cari tantangan, memang berbagai kegiatan saya di kampus sering memaksa saya pulang tengah

malam, bahkan terkadang jam 3 pagi dan sering juga baru pulang ke kost saat matahari sudah terbit). Dan setiap saya

lewat, selalu saya menengok ke tempat-tempat yang konon katanya angker, misalnya ruang baca perpus, jurusan biologi,

pertigaan perpus-ftk, lantai 6 perpus, dan tempat-tempat lain yang serig dibilang banyak penunggunya. Saya tidak pernah

absen menyempatkan diri melihat ke arah tempat-tempat tersebut. Bukan karena mau nantang atau bagaimana, saya

hanya penasaran dengan cerita teman-teman saya. Dan hasilnya, saya tidak pernah menemukan apa-apa. Mungkin

karena saya berani, makanya setan ngerasa percuma mengganggu saya.

Dan semoga tips-tips saya ini bisa bermanfaat buat kalian semua sehingga tidak perlu lagi takut dengan makhluk yang

katanya halus itu. Ular, harimau, nyamuk, bahkan semut lebih bisa mengancam jiwa kita ketimbang hantu. Oh iya, untuk

diketahui saja, saya menulis tulisan ini pukul setengah satu malam di perpustakaan ITS lantai 6 seorang diri, karena yang

lain sudah pada tidur. Dan saya harus ke toilet sekarang, sendirian juga, ;).

Advertisements

2 thoughts on “Hantu… Oh Tidaaakk!!

  1. Dari dulu saya selalu ingin ketemu dengan hantu.
    Tapi sampai sekarang impian saya tersebut belum pernah kesampaian.

    Padahal aslinya kalau ketemu, saya juga takut sih 😀
    Apalagi kalau hantunya mirip sama kamu im, sudah serem, aneh lagi 😀

    *dilempar sendal*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s