Chasing Imagination


Jpeg

Sudah setahun terakhir ini sejak saya memutuskan untuk meninggalkan suasana nyaman di Surabaya dikelilingi banyak kawan-kawan akrab saya. Saya tidak benar-benar tahu kenapa dulu saya memilih untuk begitu. Rasanya toh Surabaya sudah berbeda. Saya sudah lulus kuliah. Kawan-kawan saya yang lain pun juga begitu, sudah sibuk dengan urusan pekerjaan masing-masing. Sedang adik-adik saya di ITS TV sudah semakin jauh usianya dengan saya. Semakin tidak lagi nyambung dengan guyonan-guyonan saya. Lalu begitulah akhirnya, saya memilih pergi berpetualang sendiri. Menjauh dari tempat yang sudah saya anggap sebagai rumah saya sendiri.

Read more

An Emptyness


Snip20160724_1

Sudah lama sejak terakhir saya menulis catatan panjang lagi. Meskipun saya sangat menyukai momen ketika saya sedang berpikir dan menuangkan ke dalam tulisan, nyatanya saya tidak benar-benar bisa kuat melakukannya lama-lama. Saya cepat bingung dan kemudian bosan. Lalu tulisan tinggallah sekedar draf yang tak pernah bisa selesai. Tapi kali ini saya coba untuk mencoba kembali. Meluangkan sedikit waktu di tengah malam sekedar untuk mencatat isi pikiran saya yang beraneka rupa.

Read more

A Long Journey


— ini tulisan yang sudah ditulis lama, namun baru┬ásempat diupload sekarang —

Saya selalu merasa hidup saya ini penuh dengan kejutan. Kejutan yang semakin hari semakin saya jelas rasakan. Termasuk salah satunya soal perkuliahan.

Read more

An Introvert Guy


introvert

Saat saya masih SD, saya ingat betul kalau saya akan sangat gugup ketika harus berbicara di depan kelas. Pertama, saya cadel. Sudah beberapa kali saya ditertawakan karena pelafalan huruf ‘R’ saya yang terdengar aneh. Kedua, entah kenapa tangan saya tidak pernah bisa tenang, apalagi ketika gugup, pasti akan sangat terlihat kalau tangan saya bergetar. Berbicara di depan kelas jelas bukan momen yang menyenangkan buat saya ketika itu.

Read more

Cinta dan Kehidupan


cinta-kehidupan

 

Takdir selalu membawa saya kepada peristiwa-peristiwa yang kemudian menjadi bahan dalam saya belajar. Ya, beberapa bulan terakhir ini ada dua novel yang saya baca. Yang satu, dari penulis favorit saya Pidi Baiq, berjudul Dilan: Dia Adalah Dilanku Tahun 1990. Dan yang terakhir, buku sastra lawas karangan Buya Hamka, berjudul Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck (TKVDW). Dua buku ini jelas dua buku yang berbeda, ditulis di jaman yang berbeda, dan dengan nuansa serta pesan yang berbeda. Tapi ada satu kesamaan tema dari kedua buku ini, yang kemudian sepertinya takdir memang sengaja membuat saya membaca kedua buku ini dalam waktu yang cukup berdekatan, yakni keduanya bertemakan Cinta.

Read more