An Emptyness


Snip20160724_1

Sudah lama sejak terakhir saya menulis catatan panjang lagi. Meskipun saya sangat menyukai momen ketika saya sedang berpikir dan menuangkan ke dalam tulisan, nyatanya saya tidak benar-benar bisa kuat melakukannya lama-lama. Saya cepat bingung dan kemudian bosan. Lalu tulisan tinggallah sekedar draf yang tak pernah bisa selesai. Tapi kali ini saya coba untuk mencoba kembali. Meluangkan sedikit waktu di tengah malam sekedar untuk mencatat isi pikiran saya yang beraneka rupa.

Read more

A Long Journey


— ini tulisan yang sudah ditulis lama, namun baru sempat diupload sekarang —

Saya selalu merasa hidup saya ini penuh dengan kejutan. Kejutan yang semakin hari semakin saya jelas rasakan. Termasuk salah satunya soal perkuliahan.

Read more

An Introvert Guy


introvert

Saat saya masih SD, saya ingat betul kalau saya akan sangat gugup ketika harus berbicara di depan kelas. Pertama, saya cadel. Sudah beberapa kali saya ditertawakan karena pelafalan huruf ‘R’ saya yang terdengar aneh. Kedua, entah kenapa tangan saya tidak pernah bisa tenang, apalagi ketika gugup, pasti akan sangat terlihat kalau tangan saya bergetar. Berbicara di depan kelas jelas bukan momen yang menyenangkan buat saya ketika itu.

Read more

Cinta dan Kehidupan


cinta-kehidupan

 

Takdir selalu membawa saya kepada peristiwa-peristiwa yang kemudian menjadi bahan dalam saya belajar. Ya, beberapa bulan terakhir ini ada dua novel yang saya baca. Yang satu, dari penulis favorit saya Pidi Baiq, berjudul Dilan: Dia Adalah Dilanku Tahun 1990. Dan yang terakhir, buku sastra lawas karangan Buya Hamka, berjudul Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck (TKVDW). Dua buku ini jelas dua buku yang berbeda, ditulis di jaman yang berbeda, dan dengan nuansa serta pesan yang berbeda. Tapi ada satu kesamaan tema dari kedua buku ini, yang kemudian sepertinya takdir memang sengaja membuat saya membaca kedua buku ini dalam waktu yang cukup berdekatan, yakni keduanya bertemakan Cinta.

Read more

24


24

Saya belajar satu hal dalam perjalanan satu tahun terakhir, bahwa jangan pernah berhenti untuk merasa senang. Karena apa yang sudah kita anggap menyenangkan, bisa jadi akan ada hal yang masih bisa lebih menyenangkan lagi. Ya, sebelumnya saya pikir kehidupan saya di usia 22 tahun sudah begitu menyenangkan. Tapi ternyata saya salah, satu tahun perjalanan hidup saya di usia 23 tahun kemarin jauh lebih menyenangkan. Sepertinya itu adalah satu tahun yang tidak akan mungkin saya lupakan dalam bertahun-tahun kehidupan saya selanjutnya.

Read more